Pernah dengar istilah Dangerous Goods (DG) dalam dunia logistik? Jangan salah, ini bukan cuma soal bahan peledak atau bom, lho! Banyak barang sehari-hari yang kita pakai, seperti parfum, cat, atau baterai, ternyata masuk dalam kategori DG saat dikirimkan. Nah, penting banget buat kamu tahu apa itu dangerous goods dan bagaimana cara mengirimkannya dengan aman.
Kebanyakan orang mengirim barang tanpa tahu bahwa paket mereka mengandung DG yang dilarang atau memerlukan penanganan khusus. Akibatnya, barang mereka bisa ditahan di bandara, dibongkar di pelabuhan, atau bahkan menimbulkan risiko keselamatan bagi kurir dan kargo lain.
Bayangkan jika bisnis online kosmetikmu terpaksa merugi karena kiriman hand sanitizer atau nail polish ditolak ekspedisi di menit-menit terakhir. Waktu terbuang, biaya packing ulang hangus, dan yang paling parah, reputasi bisnis bisa turun karena keterlambatan pengiriman yang fatal. Ini tentu merepotkan dan mengganggu banget, kan?
Tenang saja. Memahami apa itu dangerous goods dan klasifikasinya adalah kunci utama pengiriman yang lancar. Setiap Dangerous Goods punya prosedur penanganan, packing, dan pelabelan yang spesifik. Dengan mengetahui aturan mainnya, kamu bisa mengirim barang apa pun tanpa drama penolakan.
Apa Itu Dangerous Goods?
Dangerous Goods (DG) atau Barang Berbahaya adalah benda atau zat yang berpotensi menimbulkan risiko bahaya terhadap kesehatan, keselamatan, properti, atau lingkungan jika diangkut. Regulasi DG ini diatur secara ketat oleh lembaga internasional seperti IATA (untuk udara) dan IMO (untuk laut).
Memahami apa itu dangerous goods akan membantu kamu dalam proses pengiriman, terutama jika barang tersebut harus melintasi batas negara atau diangkut menggunakan pesawat terbang. Jasa pengiriman profesional seperti JP.ID selalu mematuhi klasifikasi DG ini.
Klasifikasi Dangerous Goods

Secara internasional, DG dikelompokkan menjadi sembilan kelas utama berdasarkan sifat bahaya yang ditimbulkannya. Ini adalah panduan wajib bagi semua pihak yang terlibat dalam logistik, dari shipper hingga carrier.
Kelas 1: Bahan Peledak (Explosives)
Contoh: Amunisi, Kembang Api, Dinamit.
Kelas 2: Gas
Dibagi menjadi tiga subkelas (mudah terbakar, tidak mudah terbakar/tidak beracun, beracun). Contoh: Aerosol, Pemantik Api, Oksigen cair, Tabung Gas.
Kelas 3: Cairan Mudah Terbakar (Flammable Liquids)
Contoh: Cat, Parfum, Alkohol (kecuali yang dilarang regulasi), Bensin, Nail Polish.
Kelas 4: Padatan Mudah Terbakar (Flammable Solids)
Contoh: Korek Api, Sulfur, Bahan yang dapat menyala spontan (seperti Karbon), atau bahan yang mengeluarkan gas mudah terbakar jika basah.
Kelas 5: Zat Pengoksidasi (Oxidizing) dan Peroksida Organik
Contoh: Pupuk Amonium Nitrat, Peroksida Rambut. Zat ini menghasilkan oksigen yang bisa memicu atau memperparah kebakaran.
Kelas 6: Beracun (Toxic) dan Infeksius
Contoh: Pestisida, Sianida, Sampel Klinis, Limbah Medis.
Kelas 7: Radioaktif
Contoh: Material yang memancarkan radiasi, biasanya digunakan untuk peralatan medis atau industri.
Kelas 8: Korosif (Corrosive)
Contoh: Asam sulfat, Pembersih Saluran Air, Aki Mobil basah. Zat ini bisa merusak kulit, logam, dan material kargo.
Kelas 9: Beragam Zat Berbahaya (Miscellaneous)
Ini adalah kategori terakhir yang mencakup zat atau material yang menimbulkan bahaya saat diangkut, tetapi tidak termasuk dalam delapan kelas di atas. Contoh: Baterai Lithium (termasuk yang ada di handphone atau laptop), Dry Ice, Airbag kendaraan.
Untuk pengiriman barang yang mengandung DG, seperti mengirim spare part kendaraan yang mengandung baterai lithium, JP.ID akan memastikan semua persyaratan packing dipenuhi.
Cara Mengirim Dangerous Goods dengan Aman
Setelah tahu apa itu dangerous goods dan klasifikasinya, bagaimana cara mengirimkannya?
- Identifikasi Tepat: Beri tahu jasa ekspedisi (misalnya JP.ID) bahwa barangmu adalah DG, termasuk Kelas DG dan UN number-nya (jika ada). Kejujuran ini sangat penting!
- Packing Sesuai Regulasi: DG harus di-packing menggunakan material yang kuat dan disetujui (misalnya kemasan UN). Cairan harus diwadahi ganda untuk mencegah kebocoran.
- Pelabelan: Wajib! Paket DG harus diberi label yang menunjukkan Kelas Bahaya (simbol berlian) dan tanda panah “This Side Up”.
- Dokumentasi: Sertakan Shipper’s Declaration for Dangerous Goods yang ditandatangani oleh staf yang terlatih DG.
Baca Panduan Lengkap di Blog JP.ID!

Mengirim Dangerous Goods memang memerlukan pengetahuan spesifik dan kepatuhan terhadap regulasi ketat. Namun, dengan mitra logistik yang tepat, proses ini bisa jadi mudah dan aman. Jasa pengiriman seperti JP.ID selalu memastikan setiap kiriman DG ditangani sesuai SOP internasional.
Untuk mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai prosedur pengiriman barang sensitif dan update regulasi DG terbaru, kamu bisa terus mengikuti blog JP.ID. Kami percaya, pengetahuan yang mendalam adalah kunci keberhasilan pengiriman.
Jika kamu memiliki barang yang masuk kategori DG dan membutuhkan solusi pengiriman yang aman dan terjamin, silakan hubungi layanan kami untuk berkonsultasi langsung.





